Kamis, 06 Oktober 2016

[Book Review] Tuesday With Morrie (Selasa Bersama Morrie) - Mitch Albom


Judul: Tuesday With Morrie (Selasa Bersama Morrie, Pelajaran Tentang Makna Hidup)
Penulis: Mitch Albom
Penerjemah: Alex Tri Kantjono Widodo
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal:  209 Halaman
ISBN: 978-602-03-0681-0
Sinopsis: Bagi kita mungkin ia sosok orangtua, guru, atau teman sejawat. Seseorang yang lebih berumur, sabar, dan arif, yang memahami kita sebagai orang muda penuh gelora, yang membantu kita memandang dunia sebagai tempat yang lebih indah, dan memberitahu kita cara terbaik untuk mengarunginya. Bagi Mitch Albom, orang itu adalah Morrie Schwartz, seorang mahaguru yang pernah menjadi dosennya hampir dua puluh tahun yang lampau.

***
Ini adalah sebuah kisah yang ditulis oleh Mitch Albom berdasarkan kisah nyata yang telah ia alami. Di buku ini ia menulis tentang seorang mahaguru yang begitu spesial baginya, dialah Morrie Schwartz. Morrie adalah dosen Mitch Albom ketika ia kuliah di Brandeis University. Sejak hari kelulusannya Mitch Albom tidak pernah bertemu dengan Morrie. Mitch sibuk dengan dunianya sendiri yang sedang ia bangun, ia sibuk mengejar karir. Hingga suatu ketika, setelah hampir 20 tahun kemudian Mitch melihat tayangan televisi yang menampilkan sosok Morrie yang sedang menderita sakit. Morrie sedang sekarat, ia tak punya banyak waktu lagi. Mitch terguncang melihat tayangan itu. Otaknya langsung menghadirkan memori bersama Morrie yang pernah ia lalui. Mengingatkannya pada sosok Morrie yang penuh kebijaksanaan, sabar dan bersahabat.

Morrie menderita sebuah penyakit langka yang tidak ada obatnya. Dokter memvonis bahwa ia tidak akan bisa hidup lebih lama lagi. Setiap hari penyakit tersebut akan merampas gerak-geriknya, akan mematikan syarafnya, akan melumpuhkannya, dan pada akhirnya akan membuat ia terbujur kaku hingga dibawa ke pemakaman. Entah mengapa Mitch merasa perlu untuk meluangkan waktu bertemu Morrie. Dan tanpa pikir panjang Mitch berangkat menuju kediaman Morrie. Ia tidak menyangka bahwa Morrie masih mengenalnya, masih mengingatnya dengan jelas. Morrie mengingat Mitch sebagai salah satu mahasiswa terbaiknya. Tak hanya Mitch yang datang mengunjungi Morrie tapi banyak lagi yang lainnya, para mitra, para sahabat, teman sejawat. Meskipun begitu hanya Mitch lah yang secara rutin mengunjungi Morrie setiap minggu, di hari selasa. Setiap hari selasa mereka bertemu dan saling berbicara. Mereka berbicara tentang banyak hal. Mitch menyebutnya dengan kuliah tentang makna hidup. Mitch menuliskannya menjadi sebuah buku sebagai kenang-kenangan atas pertemuan mereka di saat-saat terakhir Morrie. Dan untuk mengabadikan perbincangan mereka yang penuh makna.

Meski terserang penyakit dan harus pasrah menerimanya, Morrie memilih untuk bersabar. Ia tidak mau menyalahkan nasib, menyalahkan orang lain apalagi mengutuki diri sendiri. Ia ingin tetap menyampaikan hal baik, tetap ingin memberi apa yang bisa ia berikan kepada orang lain. Dan ia dengan senang hati menerima Mitch di rumahnya. Berbicara tentang makna hidup. Ada 14 kali selasa yang mereka lalui sebelum Morrie menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Mereka berbicara tentang banyak hal, mulai dari tentang dunia, keluarga, penyesalan, kematian, emosi, uang, perkawinan, budaya, tentang maaf, sampai mengucapkan perpisahan. Semuanya penuh makna.

Bisa dikatakan saya speechless membaca buku ini. Buku ini bagus banget, sangat berisi. Hati saya menghangat membaca paragraf demi paragrafnya. Saya mengangguk setuju tiap kali selesai membaca setiap babnya. Kalian harus membaca buku ini untuk tahu betapa apa yang dibicarakan di buku ini begitu berharga. Saya membayangkan jika saya sedang berbicara dengan Morrie dan mendengarkan kuliahnya secara langsung. Hingga ajalnya menjelang Morrie tetap dicintai oleh orang-orang yang mengenalnya, dikelilingi istri dan anak-anaknya, banyak yang bersedih dan kehilangan dirinya.

Hal paling penting dari setiap hal yang ditulis dalam buku ini adalah, jadilah orang yang tulus dalam memberi. Setiap kebaikan yang telah kau lakukan akan kembali kepadamu. Terima kasih Morrie telah memberikan pelajaran tentang makna hidup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar