Sabtu, 16 Juli 2016

[Book Review] 3 Cinta 1 Pria - Arswendo Atmowiloto


Judul: 3 Cinta 1 Pria
Penulis: Arswendo Atmowiloto
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 296 Halaman
Kategori: Novel Dewasa

Sinopsis: Bong jatuh cinta pada gadis yang dipanggil Keka. Itu biasa, karena selama ini ada lelaki lain yang juga naksir Keka. Juga biasa, kalau cinta menggebu tapi sekaligus ragu tak berakhir di pernikahan. Yang tak biasa, Keka memberi nama anak perempuannya Keka juga. Ternyata Keka generasi kedua ini tertarik pada Bong, walau hamil dengan lelaki lain. Bong menyelamatkan bayi yang nyaris digugurkan. Bayi itu dipanggil Keka Siang, karena lahirnya siang hari.........
***
Ini adalah cerita tentang Bong, seorang yaa bisa dibilang pelaku seni. Bong adalah seorang pelukis. Tapi tidak hanya itu karena ia mengerjakan pekerjaan seni lainnya seperti membuat barang kerajinan , membuat ilustrasi untuk buku dan bermain teater. Si Bong lelaki normal yang jatuh hati kepada seorang perempuan cantik bernama Keka. Mereka sama-sama jatuh cinta. Keka jatuh cinta pada semua yang ada pada Bong, meskipun Bong dianggap tak punya masa depan oleh orang tua Keka. Cinta mereka menggebu namun teralalu ragu untuk berakhir di pernikahan. Bong terlalu takut untuk mengatakan bahwa ia butuh Keka ada di sisinya. Hingga Keka terpaksa menerima pinangan lelaki lain yang dijodohkan keluarganya. 
Meski begitu, ternyata cinta Keka tak pernah pada untuk Bong. Setelah bertahun-tahun tidak bertemu Keka datang menemui Bong. Satu hal yang paling ingin Keka ketahui dari Bong adalah mengapa Bong tidak mencegah pernikahannya. Dari pernikahannya Keka memiliki anak yang ia beri nama Keka, sama seperti namanya. Ternyata Keka generasi kedua ini jatuh hati juga kepada Bong, yang menyelamatkannya dan bayinya. Bayi Keka generasi kedua diberi nama Keka Siang. Keka Siang ini juga naksir pada Bong ketika ia sudah belasan tahun. Rumit huh?
Awalnya saya tidak paham cerita buku ini menjurus kemana. Tapi setelah dibaca perlahan-lahan akhirnya paham juga. Ini pertama kalinya saya membaca karya Arswendo Atmowiloto dan yaa bagus menurut saya. Banyak sindirannyaaaa. Tentang kehidupan sehari-hari, kehidupan sosial manusia, kehidupan berpolitik. Satu dua pelajaran terbersit di dalamnya. Meskipun saya mikir-mikir mungkin nggak sih tiga generasi begini jatuh hati pada orang yang sama. Cucu sampai saingan sama nenek. Ya ampun. Bong jadi kayak satu-satunya lelaki yang menarik di muka bumi ini. 
Beberapa pemikiran Arswendo di buku ini quoteable banget deh. Saya jadi manggut-manggut ketika membacanya. Misalnya ini:
"Seorang yang membuat Taj Mahal untuk membuktikan cinta, tidak berarti lebih mencintai. Lebih karena bisa mewujudkan dalam tanda dan peringatan. Artinya yang tak mampu membuat monumen bukan berarti tak mencintai sebesar yang bisa membiayai.
~Hal. 92~
".....kalau mereka bisa mengingat yang terbaik. Karena semua cinta itu indah, unik, dan memberikan kebaikan. Mungkin tidak memberikan kebahagiaan, mungkin tidak memberi kepuasan, tapi kebaikan. Selama kita bisa mensyukuri, selama itu kita bisa merasakan."
~Hal. 187~
dan masih banyak lagi yang lainnya. Paling tidak ada pelajaran dalam buku ini, bahwa kita perlu bersyukur untuk tetap merasakan cinta, merasakan kebaikan. 

1 komentar: