Jumat, 10 Juni 2016

[Book Review] One Hundred Names (Seratus Nama) - Cecelia Ahern


Judul: One Hundred Names  (Seratus Nama)
Penulis: Cecelia Ahern
Penerjemah: Nurkinanti Laraskusuma
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 464 Halaman
ISBN: 978-602-03-1212-5
Kategori: Novel Dewasa
Sinopsis:
Kitty Logan ditugaskan Pete, pemimpin redaksi barunya, untuk menulis kisah terakhir yang tidak sempat ditulis Constance, pemimpin redaksi Etcetera yang baru meninggal karena kanker.
Kitty menyanggupinya, demi bertahan di Etcetera.
Kitty mendapat petunjuk berupa daftar seratus nama yang disimpan Constance. Ia hanya punya waktu dua minggu untuk menulis kisah dari seratus nama itu. Tidak ada penjelasan apa pun tentang nama-nama itu. Padahal, Kitty tak pernah mendengarnya satu pun. Akankah Kitty berhasil membuktikan pada Pete bahwa ia layak dipertahankan di Etcetera?
***
Bayangkan kehidupan seorang perempuan muda yang sedang giat membangun karir. Ia sedang berada di posisi yang bagus di kantornya dengan menjadi host sebuah acara di televisi yang menjadi impiannya selama ini. Namun karirnya di televisi harus berakhir karena kebohongan saksi yang menghancurkan tamu dalam acaranya. Ia dipecat dari televisi dan jaringannya. Karirnya hancur dan ia harus menananggung malu serta tuntutan hukum. Itulah yang terjadi pada Kitty Logan.
Kejadian itu membuat Kitty Logan berada di titik terburuk hidupnya. Ia merasa hidupnya hancur. Tetapi ada satu orang yang masih percaya padanya yaitu pemimpin redaksi majalah tempat ia juga bekerja yaitu Constance. Constance adalah teman sekaligus mentor bagi Kitty Logan. Sebelum meninggal dunia akibat kanker, Constance memberikan sebuah tugas pada Kitty Logan untuk menulis artikel tentang 100 nama dalam daftar yang sudah dibuat Constance. Sayangnya sebelum Contsance sempat menjelaskan lebih lanjut tentang 100 nama tersebut ia meninggal. Tinggallah Kitty Logan yang harus melanjutkan artikel tersebut dengan mencari petunjuk dan cara sendiri hanya dalam waktu dua minggu. Keberhasilan Kitty Logan dalam menulis artikel ini akan menjadi kunci apakah ia akan tetap dipertahankan atau tidak oleh Pete, pemimpin redaksi barunya.
Berhasilkah Kitty Logan menulis artikel tentang 100 nama tersebut? Cara apa yang dilakukan Kitty Logan untuk melakukannya?
Di awal Kitty Logan sosok yang pesimis dan minder. Ia juga perempuan yang egois, yang ia pikirkan hanyalah bagaiman mengembalikan nama baiknya. Kitty Logan selalu melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya, tidak mau berusaha melihat dari sudut pandang orang lain. Tetapi seiring berjalannya cerita karakter Kitty Logan berkembang karena pertemuannya dengan orang-orang yang ada dalam daftar 100 nama tersebut. Ketika membaca buku ini saya merasakan keseruan dan penasaran. Saya penasaran apa hubungan antara 100 nama tersebut dan bagiamana Kitty menemukan mereka. Tidak heran jika saya menghabiskan buku ini dengan cepat.
Dan seperti biasa, Cecelia Ahern membuat saya jatuh hati pada pemikiran-pemikirannya yang ia tuangkan dalam buku ini. Terutama di bagian tentang media dan arti sebuah hadiah. Sangat menarik dan membuat kepala ikut berpikir. Buku ini mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kisahnya masing-masing. Bahkan ketika kita merasa menjadi orang yang biasa-biasa saja tetapi selalu ada kisah istimewa yang kita miliki. Kita selalu punya kesempatan untuk memperbaiki segala sesuatu ketika kita melihat langsung pada kebenaran. Harus mau membuka diri dan melihat pada diri sendiri. Mensyukuri hidup yang kita miliki, itulah yang utama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar