Minggu, 26 Juni 2016

[PosBarBBI] My Bookish Confession

Haihoooo….

Jadi ini adalah kali pertama saya ikut posting barengnya BBI (anggota macam apa ini --“). Mohon dimaafkan yaa Divisi Event…hehe. Gegara hampir dua tahun jadi anggota BBI dan nggak pernah sekalipun ikutan posting bareng maka bulan ini saya bertekad harus ikutan posting bareng. Tema posbar di bulan Juni ini adalah #BBIBookishConfession yang berisi pengakuan anggota BBI tentang hubungan mereka dengan buku. Jadi kali ini mau ngaku apa aja tentang buku yang selama ini disembunyikan dari khalayak ramai adalah sah-sah saja. Nggak ada yang larang …. Yess!!!.

Setelah menimbang-nimbang dan bersemedi cukup lama maka saya memutuskan untuk membuat semacam daftar pengakuan tentang buku yang selama ini bersinggungan dengan saya. Ini tak lebih agar mudah disimak saja :D

Langsung saja ya, berikut adalah daftar pengakuan saya:

1. Buku pertama (yang lumayan serius) yang saya beli dengan uang jajan yang dikumpulin berjudul Muslimah Topcer ketika saya kelas satu SMP. Buku itu entah ada dimana sekarang (gegara buku-buku di rumah sering pindah rak) dan saya lupa nama penulisnya :(. Isi buku itu sedikit tidak mempengaruhi cara berpikir saya saat ini.

 2. Dulu Bapak tidak suka melihat saya membaca buku selain buku-buku pelajaran. Tapi saya bandel, tetap saja rutin beli buku novel dan ngabisin waktu berjam-jam untuk membacanya. Sekarang Bapak nggak pernah protes lagi mungkin karena saya tetap jadi anak baik di bidang akademik atau Bapak juga sudah bosan untuk berkomentar …heuheu

3. Waktu SMA saya suka banget baca majalah Horison di perpustakaan sekolah. Pada tahu kan majalah Horison itu majalah apa. Itu lho majalah sastra yang banyak berisi cerpen-cerpen dan puisi-puisi para sastrawan Indonesia. Saya suka membaca puisi-puisi di sana. Mungkin gara-gara itu saya jadi sok puitis suka puisi. Nggak tahu deh apa majalah ini masih eksis di sekolah, yang jelas sekarang majalah ini ada versi onlinenya.

4. Pengalaman pertama saya dalam meresensi atau mereview buku adalah ketika saya kelas satu SMA. Waktu itu di pelajaran Bahasa Indonesia ada tugas meresensi buku. Buku yang saya resensi adalah bukunya Ramadhan KH yang berjudul Keluarga Permana. Buku ini saya pinjam dari perpustakaan sekolah.

5. Saya penyuka kisah Romance yang happy ending. Pokoknya harus happy ending. Egois sih, tapi ya mau gimana. Tak bisakah setiap kisah berakhir bahagia?

6. Penulis Romance favorit saya saat ini adalah Cecelia Ahern dan saya sedang mengumpulkan buku-bukunya. Baru punya enam nih. Kalau ada yang nemu buku Cecelia Ahern kabar-kabarin ya.

7. BIG NO untuk buku dengan cerita horror. Saya nggak suka banget. Iya Cuma gara-gara saya penakut sih *tutup muka*

8. Dulu saya bingung tiap kali membaca komik. Bingung aja baca kotak-kotaknya itu (katrok emang…hahaha). Tapi sekarang udah enggak kok, sudah bisa enjoy baca komik. Tapi saya bukanlah penggemar komik. Saya hanya mengoleksi satu judul komik yaitu Hai Miko! yang terbitnya sekali setahun -___-

9. Saya suka merekomendasikan buku kepada teman-teman saya (sering ditanya-tanya juga sih). Yah meskipun saya tahu kalau selera orang beda-beda ya. Tapi nggak ada salahnya buat ngasi saran buku yang perlu dibaca biar orang lain ketularan jadi senang baca.

10. Saya percaya bahwa Buku memang punya kekuatan yang luar biasa untuk manusia. Buku yang baik bisa membawa manusia kepada kebaikan dan begitu pula sebaliknya, buku yang buruk bisa membawa keburukan. Buku juga bisa menjadi jembatan persaudaraan yang baik seperti halnya saya yang bisa kenal dengan teman-teman BBI berkat buku *senyum lebar*

     Nah sekian pengakuan dari saya. Sebenarnya daftar ini bisa saja lebih panjang lagi dari ini kalau saya berpikir lebih keras. Tapi, berhubung Divisi Event melarang untuk berpikir keras karena ini sifatnya buat seru-seruan dan sharing saja maka saya cukupkan sampai di sini ya :D


#BBIBookishConfession



Selasa, 21 Juni 2016

[Book Review] Slammed (Cinta Terlarang) - Collen Hoover


Judul: Slammed  (Cinta Terlarang)
Penulis: Colleen Hoover
Penerjemah: Shandy Tan
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 336 Halaman
ISBN: 978-979-22-9518-4
Kategori: Novel Dewasa
Sinopsis:
Layken harus kuat demi ibu dan adiknya. Kematian mendadak sang ayah, memaksa mereka untuk pindah ke kota lain. Bayangan harus menyesuaikan diri lagi dengan lingkungan baru sungguh menakutkan Layken. Namun semua berubah, begitu ia bertemu dengan Will Cooper, tetangga barunya….
***
“Apa laki-laki itu selalu memperlakukanmu dengan hormat? Itu pertanyaan pertama. Pertanyaan kedua adalah, misalkan dua puluh tahun lagi dia masih orang yang persis sama dengan dia yang sekarang, apakah kau tetap mau menikah dengannya? Terakhir, apakah laki-laki itu menggugah keinginanmu menjadi orang yang lebih baik? Jika berhasil menemukan laki-laki yang bisa membuatmu menjawab iya untuk ketiga pertanyaan tadi, berarti kamu sudah menemukan laki-laki yang baik.” ~ Halaman 46 ~
Layken adalah seorang gadis yang tengah duduk di tahun terakhirnya di sekolah menengah atas. Di saat ia tengah menikmati masa sekolahnya yang berjalan normal layaknya gadis lainnya ia harus menerima kematian ayahnya yang tiba-tiba. Tidak hanya sampai di sana, Layken juga harus meninggalkan rumahnya di Texas dengan berat hati. Layken beserta adik dan ibunya harus pindah ke Michigan. Kota yang kata ibunya bisa memberikan mereka kehidupan yang lebih bagus karena di Texas mereka telah bangkrut. Sedih tak terkira dialami oleh Layken, setelah kehilangan Ayah kini ia harus kehilangan rumah yang menjadi tempat seluruh kenangannya tumbuh.
Pindah ke Michigan menjadi jalan Layken bertemu dengan Will Cooper yang membuatnya jatuh hati. Will adalah tetangga layken, mereka berada di komplek perumahan yang sama. Will membuat Layken merasa nyaman dan memberikan perasaan yang dibutuhkan Layken sejak hari pertama mereka bertemu. Will adalah seorang pria muda yang secara mendadak harus menjadi orang tua tunggal bagi adiknya yang masih duduk di sekolah dasar karena kematian orang tuanya akibat kecelakaan. Will harus merelakan masa mudanya untuk fokus mencari nafkah demi menghidupi dia dan adiknya. Will harus berusaha bekerja dengan sebaik-baiknya karena ia tidak mau sampai kehilangan pekerjaan.
Pertemuan Layken dengan Will saling membuat mereka jatuh cinta satu sama lain. Kencan pertama mereka sangat berkesan bagi Layken. Layken merasa sangat bahagia menemukan pria seperti Will. Tetapi semua itu harus berkahir karena pekerjaan yang dilakukan Will tidak mengizinkannya untuk menjalani hubungan dengan Layken. Mau tidak mau mereka harus mengakhiri hubungan mereka dan membunuh perasaan cinta yang sudah terlanjur tumbuh. Hal ini tentu saja bukan hal yang mudah bagi Layken dan Will karena mereka tinggal di rumah yang berdekatan. Tanpa bisa dihindari perasaan cinta keduanya malah tumbuh semakin subur. Kedua adik mereka juga berteman akrab. Meski begitu Ibu Layken telah memberikan peringatan agar mereka tidak bertindak bodoh dan memikirkan masa depan mereka.
Bagaimana akhirnya kisah Layken dan Will? Akankah mereka berhasil melewati ujian cinta?
Selain konflik tentang cinta, dalam cerita ini juga terdapat konflik keluarga yang juga menguras emosi. Secara pribadi saya suka pada tokoh ibu Layken yang begitu bijaksana. Ia banyak memberikan nasihat-nasihat khas orang tua namun tidak menggurui. Sangat pantas untuk disimak dan direnungkan. Seperti penggalan paragraf di atas. Pesan yang disampaikan ibu Layken yang ada di halaman terakhir buku ini juara banget.
Ini adalah pertama kalinya saya membaca buku karya Colleen Hoover dan harus diakui bahwa saya menyukainya. Meskipun saya merasa cerita ini seperti kisah-kisah cinta anak abg tapi karena ada tokoh-tokoh pendukung yang juga berperan penting saya jadi menyukainya. Colleen Hoover terlihat bijaksana di buku ini.



Minggu, 19 Juni 2016

[Random Post] Cecelia Ahern, Si Penulis Romance Favorit


*sumber gambar: evoke.ie*


Cecelia Ahern, adalah salah satu penulis yang saya koleksi bukunya dan saya nobatkan sebagai penulis romance favorit saya. Harus diakui bahwa baru pada tahun inilah saya mulai membaca buku-buku Cecelia. Meskipun sebenarnya saya sudah lama mendengar nama Cecelia tapi tidak pernah sempat mencari bukunya bahkan lupa dengan namanya tiap kali saya ke toko buku. Sebelumnya seorang teman saya juga sering menyebut-nyebut Cecelia, dia menyebut Cecelia sebagai satu-satunya penulis romance yang bisa diterima akalnya.

Saya ingat ketika akhir tahun lalu di bazar buku Gramedia Sudirman Jogja saya bertemu buku Cecelia. Saya membeli dengan harga diskon dua buku sekaligus yaitu P.S I Love You dan Where Rainbow End (Ujung Pelangi). Tapi saya tidak langsung membacanya, biasa…ditimbun dulu #ups. Baru awal tahun 2016 saya menyentuh kembali bukunya, kemudian mulai membaca. P.S I Love You adalah buku pertama yang saya baca. And you know what, I’m falling in love with her book for the very first time. Saya tahu bahwa P.S I Love You adalah buku Cecelia yang paling terkenal yang telah melambungkan namanya. Buku ini bercerita tentang seorang perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya. Ia mengalami keterpurukan yang amat sangat akibat kepergian suaminya. Sang suami meninggalkan pesan yang harus ia buka di setiap bulannya yang ia jadikan pegangan dalam menjalani hidunya. Dia kehilangan semangat hidup namun pada akhirnya berhasil bangkit dan menjalani hidupnya. Perjalanannya ketika berusaha bangkit dari rasa sedih yang dialaminya sangat menguras emosi.

Pada dasarnya saya suka kisah romance. Tapi istimewanya Cecelia, meskipun cerita romance adalah cerita yang sudah banyak ditulis orang Cecelia bisa menuliskannya dari sudut yang berbeda. Setelah selesai dengan P.S I Love You saya melanjutkan dengan Where Rainbow End. Sejauh ini, buku inilah yang paling seru menurut saya. Saya merasa seperti membaca chattingan orang yang humoris, mengharukan, dan membahagiakan, pokoknya tidak membosankan. Gaya humor Cecelia, sarkasme, dan pemikiran-pemikiran yang ia tuangkan di buku ini begitu menarik. Saya menyukai setiap detailnya. Setelah membaca dua buku tersebut, maka mulailah saya mencari buku-buku Cecelia yang lain. Saya merasa berjodoh dengan Cecelia.

Kemudian saya mendapatkan buku-buku lainnya; How To Fall In Love (cara jatuh cinta), If You Could See Me Now (Seandainya Kau Bisa Melihatku), The Book Of Tomorrow (Buku Esok Hari), dan One Hundred Names (Seratus Nama). Setiap buku tersebut memiliki ide cerita yang menarik, rata-rata saya habiskan dalam waktu singkat. Tapi ada satu buku yang paling lama saya baca yaitu The Book Of Tomorrow. Dari sekian buku Cecelia yang saya baca buku tersebutlah yang paling membosankan, menurut saya. Dan hanya buku itulah yang tokoh utamanya bukan perempuan dewasa seperti buku-bukunya yang lain tapi remaja 17 tahun.

Mungkin karena selalu menghadirkan perempuan dewasa dengan segala permasalahannya yang selalu menjadi tokoh utama Cecelia makanya saya menyukainya. Bukannya sok dewasa sih tapi saya seperti bisa berkaca dan menerka-nerka pada tokoh-tokoh perempuan itu. Hubungan dengan keluarga, pasangan, teman, karir, pergolakan batin dan cara memandang hidup  menjadi hal yang dibahas. Selain itu, pemikiran-pemikiran Cecelia quotable banget untuk di share. Semua cerita di buku Cecelia bersetting di Irlandia (kebanyakan di Dublin), wajar saja karena dia adalah warga Negara Irlandia. Ternyata banyak penulis dari luar Amerika yang juga mendunia. Salah satunya Cecelia.

Sekarang saya masih mencari buku-buku Cecelia yang lain. Sejauh ini baru buku-buku yang di sebutkan di ataslah yang saya temukan di toko buku yang ada di dekat saya. Kalau ada yang melihat buku Cecelia selain yang disebutkan di atas feel free buat ngasi info ke saya ya :D

"Sometimes there is only one thing left to say, P.S I Love You....."

~Cecelia Ahern, P.S I Love You~

Jumat, 17 Juni 2016

[Book Review] Love & Misadventure (Cinta & Kesialan-Kesialan) - Lang Leav


Judul: Love & Misadventure  (Cinta & Kesialan-Kesialan)
Penulis: Lang Leav
Penerjemah: M. Aan Mansyur
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 168 Halaman
ISBN: 978-602-03-2564-4
Kategori: Puisi
Sinopsis:
Kau ingat lagu yang berkumandang pada malam kita bertemu pertama kali?
Tidak, tapi aku ingat semua lagu yang kudengarkan sejak kau pergi.
***
Jujur saja kalau ini adalah pertama kalinya saya mendengar nama penulis Lang Leav, apalagi membaca bukunya. Padahal Lang Leav adalah penulis yang sudah menghasilkan banyak buku. Saya tertarik membaca buku puisi ini setelah seorang teman saya memberikan sedikit gambaran tentang buku ini di medsosnya. Ternyata yang menerjemahkan buku ini adalah penyair kekinian M. Aan Mansyur. Sebagai seorang penyair tentu Aan Mansyur akan sangat pas menerjamahkan buku puisi. Dan ternyata benar adanya, feelnya dapet.
Buku puisi ini termasuk tipis, bisa dibaca hanya dengan sekali duduk. Tapi bagi saya pribadi membaca buku puisi tidak pernah dengan waktu yang sebentar. Karena butuh penghayatan, menebak-nebak maksudnya dan harus dibaca dengan bersuara, lebih bagus lagi kalau ada yang mendengarkan. Puisi-puisi dalam buku ini bisa dibilang lebih banyak terdiri dari puisi-puisi pendek. Biasanya hanya terdiri dari dua paragraph dengan rima yang apik. Seperti bentuk-bentuk puisi yang kita pelajari di bangku sekolah dulu. Tetap enak dibaca.
Seperti judul buku puisi ini maka tema puisi ini adalah cinta, perpisahan, rindu dan kasih yang tak sampai. Semuanya bikin baper, menyentuh perasaan. Apalagi saya yang anaknya emang baperan #ups. Beberapa puisi menjadi favorit saya, misalnya:
Di antara seluruh kesalahan kita,
aku ingin menulis kepadamu,
pada suatu waktu ketika kau
tak mungkin mampu kujangkau.
Sebelum air mata melerai kita.
Ketika riwayat kita sesungguhnya ada
sebelum kau dan aku berjumpa
~Penjelajah Waktu, Hal. 83~
Suatu waktu saya merasa Lang Leav sedang menulis puisi-puisi ini untuk saya. Kadang saya merasa puisi-puisi dalam buku ini gue banget. Iya, anggap saja saya sedikit lebay. Hahaha. Good job buat Aan Mansyur yang telah menerjemahkan puisi-puisi ini dengan penuh perasaan di dalamnya.


Jumat, 10 Juni 2016

[Book Review] One Hundred Names (Seratus Nama) - Cecelia Ahern


Judul: One Hundred Names  (Seratus Nama)
Penulis: Cecelia Ahern
Penerjemah: Nurkinanti Laraskusuma
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 464 Halaman
ISBN: 978-602-03-1212-5
Kategori: Novel Dewasa
Sinopsis:
Kitty Logan ditugaskan Pete, pemimpin redaksi barunya, untuk menulis kisah terakhir yang tidak sempat ditulis Constance, pemimpin redaksi Etcetera yang baru meninggal karena kanker.
Kitty menyanggupinya, demi bertahan di Etcetera.
Kitty mendapat petunjuk berupa daftar seratus nama yang disimpan Constance. Ia hanya punya waktu dua minggu untuk menulis kisah dari seratus nama itu. Tidak ada penjelasan apa pun tentang nama-nama itu. Padahal, Kitty tak pernah mendengarnya satu pun. Akankah Kitty berhasil membuktikan pada Pete bahwa ia layak dipertahankan di Etcetera?
***
Bayangkan kehidupan seorang perempuan muda yang sedang giat membangun karir. Ia sedang berada di posisi yang bagus di kantornya dengan menjadi host sebuah acara di televisi yang menjadi impiannya selama ini. Namun karirnya di televisi harus berakhir karena kebohongan saksi yang menghancurkan tamu dalam acaranya. Ia dipecat dari televisi dan jaringannya. Karirnya hancur dan ia harus menananggung malu serta tuntutan hukum. Itulah yang terjadi pada Kitty Logan.
Kejadian itu membuat Kitty Logan berada di titik terburuk hidupnya. Ia merasa hidupnya hancur. Tetapi ada satu orang yang masih percaya padanya yaitu pemimpin redaksi majalah tempat ia juga bekerja yaitu Constance. Constance adalah teman sekaligus mentor bagi Kitty Logan. Sebelum meninggal dunia akibat kanker, Constance memberikan sebuah tugas pada Kitty Logan untuk menulis artikel tentang 100 nama dalam daftar yang sudah dibuat Constance. Sayangnya sebelum Contsance sempat menjelaskan lebih lanjut tentang 100 nama tersebut ia meninggal. Tinggallah Kitty Logan yang harus melanjutkan artikel tersebut dengan mencari petunjuk dan cara sendiri hanya dalam waktu dua minggu. Keberhasilan Kitty Logan dalam menulis artikel ini akan menjadi kunci apakah ia akan tetap dipertahankan atau tidak oleh Pete, pemimpin redaksi barunya.
Berhasilkah Kitty Logan menulis artikel tentang 100 nama tersebut? Cara apa yang dilakukan Kitty Logan untuk melakukannya?
Di awal Kitty Logan sosok yang pesimis dan minder. Ia juga perempuan yang egois, yang ia pikirkan hanyalah bagaiman mengembalikan nama baiknya. Kitty Logan selalu melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya, tidak mau berusaha melihat dari sudut pandang orang lain. Tetapi seiring berjalannya cerita karakter Kitty Logan berkembang karena pertemuannya dengan orang-orang yang ada dalam daftar 100 nama tersebut. Ketika membaca buku ini saya merasakan keseruan dan penasaran. Saya penasaran apa hubungan antara 100 nama tersebut dan bagiamana Kitty menemukan mereka. Tidak heran jika saya menghabiskan buku ini dengan cepat.
Dan seperti biasa, Cecelia Ahern membuat saya jatuh hati pada pemikiran-pemikirannya yang ia tuangkan dalam buku ini. Terutama di bagian tentang media dan arti sebuah hadiah. Sangat menarik dan membuat kepala ikut berpikir. Buku ini mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kisahnya masing-masing. Bahkan ketika kita merasa menjadi orang yang biasa-biasa saja tetapi selalu ada kisah istimewa yang kita miliki. Kita selalu punya kesempatan untuk memperbaiki segala sesuatu ketika kita melihat langsung pada kebenaran. Harus mau membuka diri dan melihat pada diri sendiri. Mensyukuri hidup yang kita miliki, itulah yang utama.


Kamis, 09 Juni 2016

[Book Review] Tidak Ada New York Hari Ini - M Aan Mansyur


Judul: Tidak Ada New York Hari Ini
Penulis: M Aan Mansyur
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 120 Halaman
ISBN: 978-602-03-2723-5
Kategori: Puisi

***
Siapa yang tidak tahu buku puisi ini?. Buku puisi yang paling menghebohkan beberapa waktu terakhir. Buku ini menjadi hits berbarengan dengan keluarnya film AADC 2. Mengapa tidak, pasalnya buku ini memuat puisi-puisi yang dibacakan Rangga di film AADC 2. Puisi-puisi ini ditulis dengan apik oleh Aan Mansyur yang memang sudah dikenal sebagai seorang penyair muda. Melalui Aan Mansyur terciptalah puisi-puisi yang menggambarkan perasaan Rangga terhadap Cinta setelah 14 tahun berpisah. Keseluruhan puisi ini memang ditulis berdasarkan kejadian dan dialog AADC 2, hasil observasi penulis tentang New York dan segala hal yang berhubungan dengan Rangga.

Buku ini tidak hanya berisi puisi-puisi saja tetapi juga bersisi street photography New York yang diambil oleh Mo Rizal. Kehidupan New York sedikit tidak tergambar melalui foto-foto tersebut. Foto-foto hitam putih itu cukup menyegarkan mata di sela-sela membaca puisi. Foto Rangga juga ada kok di buku ini, jangan khawatir (siapa tau mau digunting lalu disimpan di diary #uhuk).  

Sejak tahu dari instagram Aan Mansyur kalau buku ini akan terbit, saya sudah tidak sabar untuk segera memilikinya. Saya penasaran bagaimana karya terbaru Aan Mansyur. Sebagai penyuka puisi tentu saja saya tidak akan melewatkan mengoleksi buku ini. Kehadiran Aan Mansyur dengan gaya berpuisinya telah membawa atmosfir baru di dunia penulisan puisi. Puisi Aan Mansyur lebih bercerita, dengan pilihan kata yang luar biasa hingga tetap menghasilkan rima yang indah bagi puisinya. Aan Mansyur memberikan ruang yang lebih bebas bagi puisi. Dan semakin banyak orang yang menyadari hal ini.

Terlepas dari penulisan puisi-puisi yang diperuntukkan bagi kepentingan film saya tetap jatuh hati pada puisi-puisinya. Puisi-puisi ini didominasi tema perpisahan, kegelisahan, dan juga rasa rindu, yang kesemuanya bisa membuat bekas di hati. Sebagaimana puisi lainnya setiap puisi di buku ini juga bebas diartikan oleh setiap pembacanya. Masing-masing orang bisa memiliki versinya sendiri. Beberapa puisi dalam buku ini menjadi favorit saya seperti puisi “Batas”, “Pukul 4 Pagi”, dan “Akhirnya Kau Hilang”.

Well, kalau mau menikmati puisi sambil membayangkan wajah Rangga maka buku puisi ini bisa menjadi jalannya.