Minggu, 18 Oktober 2015

[Book Review] Senyum Karyamin - Ahmad Tohari

Judul               : Senyum Karyamin
Penulis             : Ahmad Tohari
Halaman          : 71 Halaman
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
ISBN               : 978-979-22-9736-2
Kategori          : Kumpulin Cerpen


“Karyamin melangkah pelan sangat hati-hati. Beban yang menekan adalah pikulan yang digantungi dua keranjang batu kali. Jalan tanah yang sedang didakinya sudah licin dibasahi air yang menetes dari tubuh Karyamin dan kawan-kawan, yang pulang balik mengangkat batu dari sungai ke pangkalan material di atas sana.”

Itulah paragraf pembuka dari cerpen yang juga menjadi judul buku ini, Senyum Karyamin. Lagi-lagi Ahmad Tohari membuat saya jatuh hati pada pemikiran yang dituangkannya dalam setiap cerita di buku ini. Buku ini berisi 15 cerita pendek yang syarat dengan pesan.

Cerpen-cerpen Ahmad Tohari dalam buku ini masih bercerita tentang orang-orang kecil yang ada di sekitar kita. Ahmad Tohari bercerita tentang pencari batu kali, pencari kayu di hutan, pengemis, tukang adu ayam di desa, dan wong gemblung (orang yang tidak waras pikirannya). Mereka nyata, ada di masyarakat kita. Masing-masing tokoh dalam cerita-cerita tersebut memberikan pesan tersendiri. Pesan tentang hubungan antara manusia dengan tuhannya, antara sesama manusia, dan manusia dengan lingkungannya.

Latar belakang pedesaan dengan orang-orang kecil di dalamnya menjadi pusat dari cerita-cerita yang ada dalam buku ini, bahkan dalam sebagian besar karya Ahmad Tohari. Karya Ahmad Tohari memang sangat Indonesia. Di tengah maraknya budaya pop, pemikiran yang disampaikan Ahmad Tohari melalui cerita-ceritanya memberikan semacam peringatan bahwa masih ada kedamaian dan hal-hal kecil yang patut disyukuri serta kita masih bisa me-ngerem diri sendiri untuk tidak terjerumus terlalu dalam pada hal-hal yang sebenarnya semu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar