Sabtu, 24 Oktober 2015

[Book Review] Di Kaki Bukit Cibalak - Ahmad Tohari

Judul               : Di Kaki Bukit Cibalak
Penulis            : Ahmad Tohari
Halaman          : 170 Halaman
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
ISBN               : 978-602-03-0513-4
Kategori          : Novel

“Perubahan yang mendasar mulai merambah Desa Tanggir pada tahun 1970-an. Suara orang menumbuk padi hilang, digantikan suara mesin kilang padi. Kerbau dan sapi pun dijual karena tenaganya sudah digantikan traktor. Sementara, di desa yang sedang berubah itu muncul kemelut akibat pemilihan kepala desa yang tidak jujur. Pambudi, pemuda Tanggir yang bermaksud menyelamatkan desanya dari kecurangan kepala desa yang baru malah tersingkir.”

Di kaki Bukit Cibalak terdapat sebuat desa bernama Desa Tanggir. Desa yang dulunya tentram dengan masyarakat yang tak mengenal mesin segera berubah pada tahun 1970-an. Suara mesin telah terdengar dimana-mana, di seluruh desa. Tak ada lagi sapi dan kerbau membajak sawah, tak ada lagi suara orang menumbuk padi. Perubahan mendasar yang berlangsung di Desa Tanggir diikuti dengan terpilihnya lurah yang tidak jujur, lurah yang licik dan penuh korupsi.

Adalah Pambudi seorang pemuda jujur yang masih mau memikirkan nasib desanya. Seorang pemuda yang gelisah melihat ketidakadilan merajalela di desanya. Ia ingin sekali melakukan sesuatu untuk menghentikan perilaku lurahnya yang semena-mena, terutama pada warganya yang miskin. Namun apa daya, seringkali orang kecil dan tak punya kuasa seperti Pambudi harus menerima kesewenangan juga dari sang lurah. Lurah melakukan fitnah pada Pambudi sehingga Pambudi harus menyingkir ke luar Desa Tanggir, dan ia memilih Jogja. Di Kota Jogjalah Pambudi bertemu Topo temannya ketika SMA dulu yang juga sedang kuliah di Jogja. Berkat motivasi dari Topo akhirnya Pambudi memutuskan untuk masuk kuliah karena ia sadar bahwa satu-satunya cara untuk bisa melawan lurahnya yang serakah adalah dengan menaikkan derajatnya sendiri terlebih dahulu yaitu dengan pendidikan. Ia ingin menghadapi sang lurah secara jantan, lewat jalur hukum.

Pambudi beruntung karena ia memiliki kesempatan bekerja sekaligus belajar. Selama kuliah ia juga bekerja di harian Kalawarta Jogja sebagai jurnalis. Bapak kepala harian Kalawarta dengan senang hati menawarkan pekerjaan tersebut pada Pambudi karena tahu Pambudi pekerja keras dan jujur. Melalui tulisan-tulisannya Pambudi menganalisis permasalahan yang di hadapi desa seperti Desa Tanggir dan mengkritik kebijakan para pejabatnya. Tulisanlah yang begitu ampuh membuat mata, telinga dan hati terbuka. Tulisan Pambudi telah membuat para pejabat kecamatan dan kabupaten mengambil langkah untuk menanggulangi masalah yang terjadi di Desa Tanggir.

Keinginan Pambudi untuk menyelamatkan desanya lambat laun berjalan lancar namun tidak dengan kisah cintanya. Perasaan yang telah lama ia pendam untuk seorang gadis desanya harus pupus karena sang gadis terlanjur di peristri si lurah yang licik tersebut. Tanpa disadari ternyata selama ini ada seorang perempuan yang juga mengharapkan cinta Pambudi. Pambudi hanya perlu membuka mata hatinya untuk melihat petrempuan tersebut.


Isu lingkungan hidup menjadi hal yang penting dalam novel ini. Bagaimana ketika mesin-mesin telah berhasil menggantikan tenaga manusia. Seiring dengan itu pola kehidupan masyarakatpun berubah. Banyak masyarakat yang tiba-tiba terlihat menjadi orang kaya dengan memiliki motor dan barang-barang elektronik padahal mereka telah menjual hal pokok yang mereka miliki seperti sawah dan kerbau mereka. Politik yang penuh kelicikan, korupsi dan kesewenangan juga menjadi isu penting yang ada dalam cerita ini. Isu-isu ini benar-benar membuat kita berpikir. Kita jadi ikut memperhatikan sekitar kita, ikut menganalisis apa yang tengah terjadi. Kisah dalam novel ini masih tetap terjadi sampai saat ini.


Minggu, 18 Oktober 2015

[Book Review] Senyum Karyamin - Ahmad Tohari

Judul               : Senyum Karyamin
Penulis             : Ahmad Tohari
Halaman          : 71 Halaman
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
ISBN               : 978-979-22-9736-2
Kategori          : Kumpulin Cerpen


“Karyamin melangkah pelan sangat hati-hati. Beban yang menekan adalah pikulan yang digantungi dua keranjang batu kali. Jalan tanah yang sedang didakinya sudah licin dibasahi air yang menetes dari tubuh Karyamin dan kawan-kawan, yang pulang balik mengangkat batu dari sungai ke pangkalan material di atas sana.”

Itulah paragraf pembuka dari cerpen yang juga menjadi judul buku ini, Senyum Karyamin. Lagi-lagi Ahmad Tohari membuat saya jatuh hati pada pemikiran yang dituangkannya dalam setiap cerita di buku ini. Buku ini berisi 15 cerita pendek yang syarat dengan pesan.

Cerpen-cerpen Ahmad Tohari dalam buku ini masih bercerita tentang orang-orang kecil yang ada di sekitar kita. Ahmad Tohari bercerita tentang pencari batu kali, pencari kayu di hutan, pengemis, tukang adu ayam di desa, dan wong gemblung (orang yang tidak waras pikirannya). Mereka nyata, ada di masyarakat kita. Masing-masing tokoh dalam cerita-cerita tersebut memberikan pesan tersendiri. Pesan tentang hubungan antara manusia dengan tuhannya, antara sesama manusia, dan manusia dengan lingkungannya.

Latar belakang pedesaan dengan orang-orang kecil di dalamnya menjadi pusat dari cerita-cerita yang ada dalam buku ini, bahkan dalam sebagian besar karya Ahmad Tohari. Karya Ahmad Tohari memang sangat Indonesia. Di tengah maraknya budaya pop, pemikiran yang disampaikan Ahmad Tohari melalui cerita-ceritanya memberikan semacam peringatan bahwa masih ada kedamaian dan hal-hal kecil yang patut disyukuri serta kita masih bisa me-ngerem diri sendiri untuk tidak terjerumus terlalu dalam pada hal-hal yang sebenarnya semu.




Jumat, 16 Oktober 2015

[Book Review] DILAN dia adalah Dilanku tahun 1990 - Pidi Baiq

Judul                : DILAN dia adalah Dilanku tahun 1990
Penulis             : Pidi Baiq
Halaman          : 330 Halaman
Penerbit           : DAR! Mizan
ISBN               : 978-602-7870-41-3
Kategori          : Novel Remaja

“Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu.
Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”
(Dilan 1990)

“Milea, jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu,
Nanti, besoknya, orang itu akan hilang.”
(Dilan 1990)

“Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan.
Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli.”
(Milea 1990)


Dilan seorang anak SMA biasa dengan gejolak masa remajanya. Dia terkenal di sekolah karena masuk dalam geng motor dan pemberani, namun ia adalah anak yang sopan dan perhatian. Dilan mempunyai teman-teman yang selalu ada di dekatnya dan mempunyai keluarga yang menyenangkan terutama sang bunda.

Adalah Milea seorang remaja SMA cantik yang telah merebut hati Dilan. Milea adalah siswa yang baru pindah ke sekolah Dilan di Bandung karena ayahnya pindah tugas ke Bandung. Milea segera menjadi pusat perhatian Dilan di sekolah dan beberapa laki-laki lain di sekolahnya.

Dilan melakukan hal-hal yang tidak biasa untuk merebut perhatian Milea dan membuatnya jatuh cinta. Ide unik Dilan dan kalimat-kalimat yang diucapkan Dilan untuk Milea sukses membuat Milea jatuh hati. Milea bahagia hanya dengan mendengar cerita-cerita konyol dan tak masuk akal dari Dilan. Mereka jatuh cinta dengan cara yang sederhana. Tidak penuh dengan drama.

Awalnya saya tidak tertarik membaca buku ini (nggak tertarik beli) meski tertarik dengan judulnya. Judulnya menarik, ada embel-embel tahun 1990-nya. Tahun 1990 sih saya baru lahir #ups (ketahuan deh umurnya berapa) berarti cerita jadul nih, pikir saya. Akhirnya seorang teman meminjamkan buku ini pada saya.

Daaannnn……buku ini kocak abis. Dilan benar-benar punya ide brilliant untuk mmebuat cewek klepek-klepek. Cara Dilan memberikan perhatian sukses mmebuat cewek GR dan bahagia. Di bagian awal saya ngakak abis ketika Dilan ngasi kado ulang tahun ke Milea, kadonya benar-benar di luar kebiasaan…hahaha. Pesan-pesan kecil yang Dilan berikan ke Milea juga saya suka. Misterius, jenaka, dan mengandung kebahagiaan. Buku ini sangat menghibur.


Jika kalian para cowok tidak punya ide bagaimana menarik perhatian cewek kalian bisa membaca buku ini. Cerita remaja SMA di tahun 1990 ini bisa memberikan kalian ide yang tidak biasa.
Bagi para cewek pasti Dilan bakalan jadi idola baru kalian.