Rabu, 12 Agustus 2015

[Book Review] Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi - M. Aan Mansyur

Judul                : Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi
Penulis             : M Aan Mansyur
Halaman          : 260 Halaman
Penerbit           : Gagasmedia
Kategori          : Novel

“Akuu tidak pernah ingin mengucapkan selamat tinggal.
Aku tidak pernah mau beranjak dari masa lalu.”

“Masa lalu, bagiku,
hanyalah masa depan yang pergi sementara.”

Ini adalah kisah tentang Jiwa yang telah berjanji pada diri sendiri bahwa ia tidak akan pernah menikah. Ketika Nanti telah membawa semua cintanya. Meninggalkannya untuk menikah dengan laki-laki lain yang dianggap lebih layak menjadi suaminya oleh keluarganya. Hari pernikahan Nanti adalah hari terburuk dalam hidup Jiwa, seperti ingin mati saja.

Bagaimana mungkin seorang wanita yang selama ini Jiwa cintai sepenuh hati dan telah berkomitmen bersama untuk menikah malah meninggalkannya. Jiwa sudah tidak mampu lagi memberikan cinta pada perempuan lain.

“Kau percaya masa depan masih memiliki kita?”
“Akan selalu ada kita. Aku percaya.”

Kisah ini Jiwa tuliskan sebagai salah satu cara untuk mengungkapkan perasaan dan kisah yang selama ini ia alami. Jiwa mengalami tingkat kegalauan yang semakin tinggi sejak Nanti mengirimkan sebuah surat dengan kalimat aku merindukanmu, sedangkan ia telah bersuami. Jiwa menuliskan banyak hal tentang keluarga, terutama ibunya, tentang perasaan-perasaan, tentang kegagalan dan sedikit kebahagian.

“Tetapi, hidup selalu punya tetapi”

Seperti biasa Aan Mansyur membuat saya tersihir dengan kalimat-kalimat pilihannya dalam kisah yang ia tuliskan ini. Meskipun di bagian awal terasa sediki membosankan. Ini adalah novel pertama Aan yang telah ia tulis sejak bertahun-tahun yang lalu. Saya merasa seperti bahwa kisah yang dituliskan Jiwa adalah kisah Aan Mansyur sendiri. Terasa sangat dekat dengan kehidupan penulis aslinya. Itulah salah satu hal yang membuat saya suka dengan karya Aan Mansyur :)

sumber foto: republikfiksi.com

*empat bintang untuk buku ini
baca buku ini, supaya kau tahu seperti apa lelaki terakhir yang menangis di muka bumi ~~~


1 komentar: