Jumat, 29 Mei 2015

[Book Review] Aku Ingin Selalu Mekar Di Hatimu - Windah Makkarodda

Judul                : Aku Ingin Selalu Mekar Di Hatimu
Penulis             : Windah Makkarodda
Halaman          : 327 Halaman
Penerbit           : The Phinisi Press
ISBN               : 978-602-17651-2-8
Kategori          : Novel

Ini adalah sebuah novel karangan seorang penulis baru asal Makassar, terbit pada tahun 2014 lalu. Dari judulnya pasti banyak yang mengira kalau ini adalah novel romance, novel percintaan antara dua anak manusia. Namun ternyata tidak begitu adanya. Ketika membaca novel ini hingga akhir maka dugaan tersebut akan berubah. Novel ini tak sekedar tentang kisah cinta antara dua manusia, namun tentang kisah cinta yang lebih dalam lagi, yaitu cinta keluarga.

Novel ini berkisah tentang seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya, tentang seorang adik yang masih mencari jati diri, tentang orang tua yang selalu ingin melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya, tentang seorang laki-laki yang mencintai kekasihnya. Banyak tokoh yang hadir di novel ini, dan semuanya memberikan warna yang berbeda namun berkumpul menjadi cerita yang apik. Hal yang unik dari novel ini adalah penggunaan sudut pandang yang tidak biasa. Kak Windah bercerita dari sudut pandang semua tokoh, jadi setiap tokohnya mempunyai kesempatan untuk menjadi tokoh utama. Awalnya saya bingung memilih siapa sebenarnya tokoh utama dalam novel ini. Namun setelah membaca sampai pertengahan, saya berkesimpulan bahwa tokoh utamanya adalah Chaq (si adik) dan Tenri (si kakak). Yaaa….gak apa-apalah ya ada dua tokoh utama :D

Latar dalam novel ini adalah kota Makassar, maka tidak mengherankan jika kosakata Makassar dan dialek Makassar ada di dalamnya. Ini sesuatu yang baru, karena kebanyakan novel-novel mengambil latar kota Jakarta atau kota yang lainnya. Pemikiran-pemikiran Kak Windah yang ia tuangkan dalam paragraf-paragraf pembuka disetiap babnya selalu menarik untuk direnungkan seperti yang ia tulis begini:

“Setiap orang yang terlahir ke muka bumi ini selalu tanpa beban sedikitpun, demikian persepsiku. Tapi karena kau bertumbuh di tengah orang-orang dengan karakter dan background yang berbeda, maka mau tak mau opini mereka sedikit banyak membentukmu. Kalau kau cukup pandai, kau bisa mengontrol seberapa banyak opini itu memengaruhimu, tapi kalau kau mengizinkannya untuk masuk lebih jauh, tak menutup kemungkinan kau dibentuk sesuka hati mereka. Dan saat kau tersadar, kau bahkan sudah tidak mengenali dirimu yang sesungguhnya.”

Secara keseluruhan cetakan novel ini oke, namun ada beberapa halaman yang double di halaman-halaman terakhir. Dan….ya saya baru menyadari kalau novel ini tidak ada sinopsis cerita di bagian belakang. Menurut saya sinopsis adalah bagian yang penting, agar para pembaca dapat menegtahui gambaran cerita secara umum sebelum mereka memutuskan untuk membeli bukunya. Mungkin jika ada sinopsis maka akan menjadi semakin menarik.

Ini dia penampakan bukunya :D, (gambar saya ambil dari twitternya @hurufkecil)


Good Job kak Windah, ditunggu karyamu selanjutnya :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar