Sabtu, 04 April 2015

[Book Review] Not A Perfect Wedding - Asri Tahir

Judul                : Not A Perfect Wedding
Penulis             : Asri Tahir
Halaman          : 297 Halaman
Penerbit           : Gramediana
ISBN               : 978-602-02-5897-3
Kategori          : Novel

“Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi dia pergi untuk selamanya”
~Raina Winatama~

“Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi aku harus pergi untuk selamanya”
~Prakarsa Dwi Rahardi~

“Di hari pernikahan adikku, aku harus menjadi mempelai laki-laki. Menjalankan sebuah pernikahan yang harusnya dilakukan oleh adikku, Prakarsa Dwi Rahardi”
~Pramudya Eka Rahardi~

Ini adalah sebuah kisah tentang Raina yang harus kehilangan calon mempelainya di hari pernikahan yaitu Raka. Raka harus pergi untuk selama-lamanya karena sebuah kecelakaan tragis hingga ia tidak pernah muncul di hari pernikahan. Lalu bagaimana nasib Raina?. Tanpa tahu Raka telah tiada di hari pernikahan Raina dengan bahagia datang ke tempat pernikahan, sampai ia menyadari yang duduk di kursi mempelai laki-laki adalah orang lain yaitu Pram, kakaknya Raka. Sebelum kematiannya, Raka meminta Pram untuk menjadi penggantinya, menggantikan posisinya untuk membahagiakan Raina.

Saat itu Raina telah masuk ke dalam dunia yang baru bersama dengan orang yang benar-benar baru, yang tidak pernah ia kenal, orang yang hanya ia tahu sebagai kakaknya Raka. Awalnya Raina benar-benar tidak suka dengan pernikahannya, tidak menyukai Pram sebagai suaminya. Namun di satu sisi Pram yang telah berjanji pada Raka untuk membahagiakan Raina memilih untuk bertahan. Raina sebagai anak bungsu dengan sifatnya yang manja harus berhadapan dengan Pram yang sudah sangat dewasa. Pram dengan sabar meladeni Raina, menemani Raina di saat kesedihannya mengingat Raka. Mau tidak mau Pram juga harus melupakan kisah tentang dirinya sendiri ketika belum bertemu Raina.

Baiklah saya akui bahwa membaca buku ini mengaduk-aduk emosi saya. Di bagian pertama saja ketika Raka meninggal saya sudah meneteskan air mata, aah…tiba-tiba jadi melankolis…haha. Tapi itulah yang terjadi, membaca novel ini sangat menguras perasaan, sedih, terharu dan bahagia. Entah mengapa kisah tentang pernikahan sering membuat saya terbawa perasaan :D. Untungnya kisah ini berakhir bahagia.


Saya suka ide cerita novel ini. Jarang-jarang nemu cerita yang tiba-tiba seorang calon mempelai perempuan harus menikah dengan saudara dari calon mempelai laki-lakinya. Namun di beberapa bagian saya merasa seperti pernah membaca kisahnya di buku lain. Tapi tak mengapa, cerita ini tetap memiliki keunikan tersendiri. Mungkin hanya cover buku ini yang kurang menarik menurut saya, tidak membuat jatuh hati pada pandangan pertama. Namun di bagian dalam ada desain gambar jas pengantin di setiap awal bab yang membuat manis.

Foto dari tokobuku.com

1 komentar: