Kamis, 31 Desember 2015

Laporan Akhir Tahun: Timbunan yang Semakin Menumpuk

Hai hoooo.....nggak terasa 2015 segera berakhir. Pukul 12 malam nanti tahun sudah berganti.

Hal yang paling jelas tahun ini adalah buku saya semakin banyak padahal belum dibaca semua (ini mah timbunan). Buku-buku yang semakin menumpuk di kamar kos saya adalah sejak saya berkenalan dengan BBI. Yeay...BBI membawa saya ke pengalaman sebagai penimbun buku *ups*. Teman-teman BBI sangat baik hati buat ngasi LPM obralan buku dan dititipin buku...#eh. Buku-buku timbunan juga saya peroleh dari toko buku yang menjamur di Jogja dan hadiah giveway di blog buku teman-teman BBI.

Tapi yang bikin sedih tahun ini adalah saya gagal menyelesaikan reading challenge goodreads. Targetnya sih bisa baca 50 buku tahun ini tapi nyatanya cuma baca 34 buku, huhu... Di antara buku-buku yang saya baca tahun ini adalah buku kumpulan puisi dari penulis favorit saya yaitu Aan Mansyur menjadi buku yang paling saya suka tahun ini. Sepertinya, buku Melihat Api Bekerja dari Aan Mansyur akan menjadi buku yang paling sering saya baca kembali karena puisi-puisinya yang manis, membuat bahagia dan terluka dalam satu waktu. Saya semakin menyukai puisi gara-gara buku ini.

Tahun 2016 nanti saya harus bisa menyelesaikan target jumlah buku yang akan saya baca dan akan mulai banyak membaca buku-buku dari luar. Tapi sebelumnya tentu saja menghabiskan daftar buku yang ada di timbunan.



Semoga tahun depan rejeki makin lancar supaya bisa beli buku lebih banyak lagi. Amiin :D

Rabu, 04 November 2015

[Book Review] Pangeran Cilik (Le Petit Prince) - Antonie De Saint-Exupery

Judul                : Pangeran Cilik (Le Petit Prince)
Penulis             : Antonie De Saint-Exupery
Halaman          : 118 Halaman
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
ISBN               : 978-979-22-7964-7

Buku ini tipis, namun penuh makna di dalamnya. Selintas seperti cerita anak-anak, seperti dongeng tetapi ternyata menyindir orang-orang dewasa yang sering luput melihat sesuatu yang dilihat anak-anak. Penulis membahas hal-hal yang begitu dekat dengan manusia seperti sebuah tanggung jawab, kekuasaan, dan kasih sayang. Rasanya setiap kalimat dalam buku penuh makna. Ada makna yang tersurat dan banyak lagi yang tersirat.
Banyak kalimat-kalimat yang menjadi favorit saya dalam buku ini. Seperti ini, ketika seorang raja yang ditemui pangeran cilik berkata:

“Kekuasaan berasaskan akal. Jika kamu menyuruh rakyatmu menceburkan diri ke laut, mereka akan memberontak. Aku berhak menuntut kepatuhan, sebab perintah-perintahku masuk akal.” (hal. 46)
“Mengadili diri sendiri lebih sulit daripada mengadili orang lain. Jika kamu berhasil, berarti kamu betul-betul orang yang bijaksana.” 
(hal. 47)

Hmm….ini membuat saya manggut-manggut.
Tentang persahabatan

“Ada baiknya pernah mempunyai seorang teman, sekalipun kita akan mati.” (hal. 93)
“Manusia, mereka menjejalkan diri ke dalam kereta api kilat, tetapi lupa apa yang mereka cari. Maka itu mereka pontang-panting dan hilir-mudik…” 
(hal. 97)

Dan yang paling favorit adalah:

“Orang mempunyai bintang yang berbeda-beda. Bagi mereka yang berlayar, bintang adalah pemandu. Bagi yang lain, mereka hanya lampu-lampu kecil. Bagi yang lain, para ilmuwan, mereka adalah persoalan. Bagi pengusaha-pengusaha mereka adalah emas. Tetapi semua bintang itu membisu. Kamu akan mempunyai bintang-bintang yang berbeda dengan bintang orang lain…” 
(hal. 106)




Buku ini mengisahkan seorang pangeran cilik yang mendiami sebuah planet kecil bersama tiga gunungapi kecil, domba dan sebuah pohon mawar. Sang pangeran cilik mendatangi beberapa planet untuk mencari jawaban atas mataharinya yang terbenam dan akhirnya ia sampai di bumi. Buku klasik ini sangat recommended untuk dibaca.

Minggu, 01 November 2015

[Book Review] Orang-orang Proyek - Ahmad Tohari

Judul               : Orang-orang Proyek
Penulis            : Ahmad Tohari
Halaman          : 253 Halaman
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Kategori          : Novel

“Aku insinyur. Aku tak bisa menguraikan dengan baik hubungan antara kejujuran dan kesungguhan dalam pembangunan proyek ini dengan keberpihakan kepada masyarakat miskin. Apakah yang pertama merupakan manifestasi yang kedua? Apakah kejujuran dan kesungguhan sejatinya adalah perkara biasa bagi masyarakat berbudaya, dan harus dipilih karena keduanya merupakan hal yang niscaya untuk menghasilkan kemaslahatan bersama?”

sumber gambar: wisegeek.com

Ir. Kabul, seorang lulusan teknik sipil yang sedang menangani proyek pembangunan bendungan di sebuah desa. Ini adalah proyek pemerintah, dan ini adalah proyek ketiga bagi Kabul. Ketika sedang di lapangan, di dalam proyek, ia harus menerima kenyataan bahwa kegiatan proyek jauh dari idealisme yang dia pegang selama ini. Ia adalah mantan aktivis kampus yang sering mengkritik pemerintah. Kejujuran yang selama ia junjung tinggi harus ternodai akibat ulah orang-orang yang terlibat dalam proyek.

Sudah menjadi rahasia umum kalau suatu proyek pemerintah pasti empuk dijadikan sebagai lahan korupsi. Dana proyek dipotong secara diam-diam, mulai dari tingkat atas sampai bawah. Sedangkan pelaksana proyek di lapangan tetap harus membangun proyek tersebut sesuai dengan jadwal semula. Akibatnya kualitas bangunan tidak dapat dipertanggung jawabkan sepenuhnya sesuai dengan ilmu ke-teknik sipil-an. Pada akhirnya rakyatlah yang akan menanggung akibatnya.

Membaca novel ini mengingatkan saya pada seorang teman yang juga seorang sarjana teknik sipil dan sudah sering terlibat dalam proyek pembangunan bendungan milik pemerintah. Cerita yang ia sampaikan kurang lebih sama dengan kisah Kabul. Kisah ini membuat sedih harus menerima kenyataan bahwa hal yang terjadi di dalam sebuah proyek memang nyata dan sudah terjadi sejak dulu.

Ini adalah buku ketiga Ahmad Tohari yang saya baca di bulan ini dan saya tidak pernah merasa rugi membaca karya-karyanya. Kisah ini juga mengungkit orang-orang desa yang berada di sekitar proyek. Kritik kepada pemerintah disampaikan secara nyata di buku ini. Sesekali terselip humor yang membuat buku ini tidak membosankan. Ah ya…proyek bendungan yang dikerjakan Kabul kali ini juga telah mempertemukan ia dengan pasangan hidupnya.


Bacalah!

Sabtu, 24 Oktober 2015

[Book Review] Di Kaki Bukit Cibalak - Ahmad Tohari

Judul               : Di Kaki Bukit Cibalak
Penulis            : Ahmad Tohari
Halaman          : 170 Halaman
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
ISBN               : 978-602-03-0513-4
Kategori          : Novel

“Perubahan yang mendasar mulai merambah Desa Tanggir pada tahun 1970-an. Suara orang menumbuk padi hilang, digantikan suara mesin kilang padi. Kerbau dan sapi pun dijual karena tenaganya sudah digantikan traktor. Sementara, di desa yang sedang berubah itu muncul kemelut akibat pemilihan kepala desa yang tidak jujur. Pambudi, pemuda Tanggir yang bermaksud menyelamatkan desanya dari kecurangan kepala desa yang baru malah tersingkir.”

Di kaki Bukit Cibalak terdapat sebuat desa bernama Desa Tanggir. Desa yang dulunya tentram dengan masyarakat yang tak mengenal mesin segera berubah pada tahun 1970-an. Suara mesin telah terdengar dimana-mana, di seluruh desa. Tak ada lagi sapi dan kerbau membajak sawah, tak ada lagi suara orang menumbuk padi. Perubahan mendasar yang berlangsung di Desa Tanggir diikuti dengan terpilihnya lurah yang tidak jujur, lurah yang licik dan penuh korupsi.

Adalah Pambudi seorang pemuda jujur yang masih mau memikirkan nasib desanya. Seorang pemuda yang gelisah melihat ketidakadilan merajalela di desanya. Ia ingin sekali melakukan sesuatu untuk menghentikan perilaku lurahnya yang semena-mena, terutama pada warganya yang miskin. Namun apa daya, seringkali orang kecil dan tak punya kuasa seperti Pambudi harus menerima kesewenangan juga dari sang lurah. Lurah melakukan fitnah pada Pambudi sehingga Pambudi harus menyingkir ke luar Desa Tanggir, dan ia memilih Jogja. Di Kota Jogjalah Pambudi bertemu Topo temannya ketika SMA dulu yang juga sedang kuliah di Jogja. Berkat motivasi dari Topo akhirnya Pambudi memutuskan untuk masuk kuliah karena ia sadar bahwa satu-satunya cara untuk bisa melawan lurahnya yang serakah adalah dengan menaikkan derajatnya sendiri terlebih dahulu yaitu dengan pendidikan. Ia ingin menghadapi sang lurah secara jantan, lewat jalur hukum.

Pambudi beruntung karena ia memiliki kesempatan bekerja sekaligus belajar. Selama kuliah ia juga bekerja di harian Kalawarta Jogja sebagai jurnalis. Bapak kepala harian Kalawarta dengan senang hati menawarkan pekerjaan tersebut pada Pambudi karena tahu Pambudi pekerja keras dan jujur. Melalui tulisan-tulisannya Pambudi menganalisis permasalahan yang di hadapi desa seperti Desa Tanggir dan mengkritik kebijakan para pejabatnya. Tulisanlah yang begitu ampuh membuat mata, telinga dan hati terbuka. Tulisan Pambudi telah membuat para pejabat kecamatan dan kabupaten mengambil langkah untuk menanggulangi masalah yang terjadi di Desa Tanggir.

Keinginan Pambudi untuk menyelamatkan desanya lambat laun berjalan lancar namun tidak dengan kisah cintanya. Perasaan yang telah lama ia pendam untuk seorang gadis desanya harus pupus karena sang gadis terlanjur di peristri si lurah yang licik tersebut. Tanpa disadari ternyata selama ini ada seorang perempuan yang juga mengharapkan cinta Pambudi. Pambudi hanya perlu membuka mata hatinya untuk melihat petrempuan tersebut.


Isu lingkungan hidup menjadi hal yang penting dalam novel ini. Bagaimana ketika mesin-mesin telah berhasil menggantikan tenaga manusia. Seiring dengan itu pola kehidupan masyarakatpun berubah. Banyak masyarakat yang tiba-tiba terlihat menjadi orang kaya dengan memiliki motor dan barang-barang elektronik padahal mereka telah menjual hal pokok yang mereka miliki seperti sawah dan kerbau mereka. Politik yang penuh kelicikan, korupsi dan kesewenangan juga menjadi isu penting yang ada dalam cerita ini. Isu-isu ini benar-benar membuat kita berpikir. Kita jadi ikut memperhatikan sekitar kita, ikut menganalisis apa yang tengah terjadi. Kisah dalam novel ini masih tetap terjadi sampai saat ini.


Minggu, 18 Oktober 2015

[Book Review] Senyum Karyamin - Ahmad Tohari

Judul               : Senyum Karyamin
Penulis             : Ahmad Tohari
Halaman          : 71 Halaman
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
ISBN               : 978-979-22-9736-2
Kategori          : Kumpulin Cerpen


“Karyamin melangkah pelan sangat hati-hati. Beban yang menekan adalah pikulan yang digantungi dua keranjang batu kali. Jalan tanah yang sedang didakinya sudah licin dibasahi air yang menetes dari tubuh Karyamin dan kawan-kawan, yang pulang balik mengangkat batu dari sungai ke pangkalan material di atas sana.”

Itulah paragraf pembuka dari cerpen yang juga menjadi judul buku ini, Senyum Karyamin. Lagi-lagi Ahmad Tohari membuat saya jatuh hati pada pemikiran yang dituangkannya dalam setiap cerita di buku ini. Buku ini berisi 15 cerita pendek yang syarat dengan pesan.

Cerpen-cerpen Ahmad Tohari dalam buku ini masih bercerita tentang orang-orang kecil yang ada di sekitar kita. Ahmad Tohari bercerita tentang pencari batu kali, pencari kayu di hutan, pengemis, tukang adu ayam di desa, dan wong gemblung (orang yang tidak waras pikirannya). Mereka nyata, ada di masyarakat kita. Masing-masing tokoh dalam cerita-cerita tersebut memberikan pesan tersendiri. Pesan tentang hubungan antara manusia dengan tuhannya, antara sesama manusia, dan manusia dengan lingkungannya.

Latar belakang pedesaan dengan orang-orang kecil di dalamnya menjadi pusat dari cerita-cerita yang ada dalam buku ini, bahkan dalam sebagian besar karya Ahmad Tohari. Karya Ahmad Tohari memang sangat Indonesia. Di tengah maraknya budaya pop, pemikiran yang disampaikan Ahmad Tohari melalui cerita-ceritanya memberikan semacam peringatan bahwa masih ada kedamaian dan hal-hal kecil yang patut disyukuri serta kita masih bisa me-ngerem diri sendiri untuk tidak terjerumus terlalu dalam pada hal-hal yang sebenarnya semu.




Jumat, 16 Oktober 2015

[Book Review] DILAN dia adalah Dilanku tahun 1990 - Pidi Baiq

Judul                : DILAN dia adalah Dilanku tahun 1990
Penulis             : Pidi Baiq
Halaman          : 330 Halaman
Penerbit           : DAR! Mizan
ISBN               : 978-602-7870-41-3
Kategori          : Novel Remaja

“Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu.
Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”
(Dilan 1990)

“Milea, jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu,
Nanti, besoknya, orang itu akan hilang.”
(Dilan 1990)

“Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan.
Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli.”
(Milea 1990)


Dilan seorang anak SMA biasa dengan gejolak masa remajanya. Dia terkenal di sekolah karena masuk dalam geng motor dan pemberani, namun ia adalah anak yang sopan dan perhatian. Dilan mempunyai teman-teman yang selalu ada di dekatnya dan mempunyai keluarga yang menyenangkan terutama sang bunda.

Adalah Milea seorang remaja SMA cantik yang telah merebut hati Dilan. Milea adalah siswa yang baru pindah ke sekolah Dilan di Bandung karena ayahnya pindah tugas ke Bandung. Milea segera menjadi pusat perhatian Dilan di sekolah dan beberapa laki-laki lain di sekolahnya.

Dilan melakukan hal-hal yang tidak biasa untuk merebut perhatian Milea dan membuatnya jatuh cinta. Ide unik Dilan dan kalimat-kalimat yang diucapkan Dilan untuk Milea sukses membuat Milea jatuh hati. Milea bahagia hanya dengan mendengar cerita-cerita konyol dan tak masuk akal dari Dilan. Mereka jatuh cinta dengan cara yang sederhana. Tidak penuh dengan drama.

Awalnya saya tidak tertarik membaca buku ini (nggak tertarik beli) meski tertarik dengan judulnya. Judulnya menarik, ada embel-embel tahun 1990-nya. Tahun 1990 sih saya baru lahir #ups (ketahuan deh umurnya berapa) berarti cerita jadul nih, pikir saya. Akhirnya seorang teman meminjamkan buku ini pada saya.

Daaannnn……buku ini kocak abis. Dilan benar-benar punya ide brilliant untuk mmebuat cewek klepek-klepek. Cara Dilan memberikan perhatian sukses mmebuat cewek GR dan bahagia. Di bagian awal saya ngakak abis ketika Dilan ngasi kado ulang tahun ke Milea, kadonya benar-benar di luar kebiasaan…hahaha. Pesan-pesan kecil yang Dilan berikan ke Milea juga saya suka. Misterius, jenaka, dan mengandung kebahagiaan. Buku ini sangat menghibur.


Jika kalian para cowok tidak punya ide bagaimana menarik perhatian cewek kalian bisa membaca buku ini. Cerita remaja SMA di tahun 1990 ini bisa memberikan kalian ide yang tidak biasa.
Bagi para cewek pasti Dilan bakalan jadi idola baru kalian. 


Rabu, 09 September 2015

[Book Review] The Chronicles of Audy 4R - Orizuka

Judul               : The Chronicles of Audy 4R
Penulis             : Orizuka
Penerbit           : Penerbit Haru
Halaman          : 317 Halaman
ISBN               : 978-602-7742-21-5
Kategori          : Novel

Hai, Namaku Audy
Umurku 22 tahun
Hidupku tadinya biasa-biasa saja,
sampai kedua orangtuaku jatuh bangkrut karena ditipu.

Aku hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjanaku.
Selangkah lagi!
Tapi kedua orangtuaku rupanya tega merusak momen itu.

Jadi sekarang, disinilah aku berada.
Di rumah aneh yang dihuni oleh 4 bersaudara yang sama anehnya:
Regan, Romeo, Rex dan Rafael.

*gambar dari goodreads.com

Ini adalah cerita tentang Audy yang tiba-tiba harus mencari pekerjaan demi mendapatkan uang untuk membayar kos dan kuliahnya. Hal ini karena orangtuanya yang bangkrut gara-gara kena tipu. Padahal Audy telah di akhir semester, dia hanya tinggal mengerjakan skripsi dan meraih gelar sarjananya. Namun karena kebodohan orangtuanya, hidupnya berubah 180 derajat.
Akhirnya Audy berhasil mendapatkan pekerjaan untuk menjadi babysitter. Senang dong seharusnya, tetapi ternyata pekerjaan ini musibah bagi Audy. Secara tidak langsung Audy menjadi pembantu, tidak hanya babysitter. Audy bekerja di sebuah rumah yang aneh dengan penghuni yang tidak kalah aneh, empat bersaudara yang dijuluki 4R. Menjadi pembantu yang disuruh-suruh seenaknya dan harus menghadapi 4R yang aneh membuat Audy rasanya ingin menyerah saja. Memutuskan kontrak kerja, pulang, dan memutuskan kuliahnya. Namun Audy tidak sampai melakukannya, dia bertahan demi kuliahnya. Lika liku pertemuan Audy dengan 4R seru sih untuk disimak sampai tuntas.
Pertama-tama baca buku ini bikin gregetan. Gregetan banget sama ulahnya 4R yang ngerjain Audy. Tapi untung si Audy tahan dan akhirnya tahu cara menaklukkan 4R. Membaca buku ini serasa membaca cerita tentang anak SMA meskipun ceritanya tentang anak kuliahan. Sudah lama sekali rasanya nggak baca buku yang bernuansa anak muda yang ceria. Buku ini membayar rasa itu.
Ini adalah pertama kalinya saya membaca buku Orizuka dan saya suka. Kekuatan dari Orizuka adalah ada dalam dialog-dialog yang dia tulis. Dialognya terasa sangat hidup membawa pembaca masuk dalam cerita itu. 4R adalah buku seri pertama dari The Chronicles of Audy, masih ada 3 buku lanjutan. Ohya cover buku ini juga menarik, saya suka.


Selasa, 25 Agustus 2015

[Book Review] The Law of Love (Hukum Seputar Pranikah, Pernikahan, dan Perceraian di Indonesia

Judul              : The Law of Love (Hukum Seputar Pranikah, Pernikahan, dan Perceraian di Indonesia
Penulis           : Aditya P. Manjorang dan Intan Aditya
Penerbit         : Visimedia
Halaman        : 174 Halaman
ISBN              : (13)978-979-065-242-2
Kategori         : Hukum/Lifestyle

PERNIKAHAN akan memberikan sejumlah hak dan kewajiban bagi dua orang yang terikat di dalamnya. Mulai hak dan kewajiban yang bersifat sangat pribadi hingga yang bersinggungan dengan ekonomi. Untuk menjaga agar semua yang terjadi dalam sebuah hubungan mulai pranikah hingga pernikahan berjalan baik, Negara telah melindungi hak dan kewajiban warga negaranya. Langkah-langkah apa yang harus Anda lakukan jika mengalami kekerasan dalam pacaran? Bagaimana cara membuat perjanjian pranikah? Apa yang harus Anda lakukan jika ingin mengurus pernikahan? Langkah-langkah apa yang Anda lakukan jika ingin mengajukan?
*gambar dari belbuk.com

Buku ini termasuk langka lho. Membahas hukum seputar pernikahan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Semuanya dibahas tuntas. Bukan hanya tentang pernikahan tapi juga hal-hal yang ada di dalamnya seperti perjanjian pranikah, perceraian, dan warisan.

Bagian awal buku ini juga membahas tentang kekerasan yang selama ini sering terjadi pada orang yang berpacaran. Kebanyakan orang menutup mata terhadap bentuk-bentuk kekerasan tersebut karena sudah terlanjur cinta, katanya. Padahal hal tersebut sangat merugikan terutama untuk perempuan. Buku ini mengupas dan memberikan solusinya.

Buku ini juga membahas tentang perjanjian pranikah. Perjanjian pranikah memang masih tabu di Indonesia namun buku ini memberikan gambaran yang sangat mudah dimengerti tentang perjanjian pranikah. Hukum seputar pernikahan pun secara lengkap dibahas, mulai dari  usia pernikahan, syarat-syarat pernikahan, pendaftaran ke KUA dan lain sebagainya. Ada lagi pembahasan tentang perceraian di buku ini. Bagaimana perceraian itu bisa terjadi, bagaimana menghadapinya dan kalau mau melakukan gugatan cerai itu seperti apa, semua diberikan panduannya.

Setidaknya buku ini menjadi panduan yang mudahlah bagi kita-kita yang buta banget sama hukum seputar pernikahan dan seluk beluknya. Patut dibaca nih buat kamu yang mau menambah ilmu dan wawasan. Bisa jadi masukan buat diri sendiri dan kamu juga bisa menceritakannya sama orang lain.


Rabu, 12 Agustus 2015

[Book Review] Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi - M. Aan Mansyur

Judul                : Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi
Penulis             : M Aan Mansyur
Halaman          : 260 Halaman
Penerbit           : Gagasmedia
Kategori          : Novel

“Akuu tidak pernah ingin mengucapkan selamat tinggal.
Aku tidak pernah mau beranjak dari masa lalu.”

“Masa lalu, bagiku,
hanyalah masa depan yang pergi sementara.”

Ini adalah kisah tentang Jiwa yang telah berjanji pada diri sendiri bahwa ia tidak akan pernah menikah. Ketika Nanti telah membawa semua cintanya. Meninggalkannya untuk menikah dengan laki-laki lain yang dianggap lebih layak menjadi suaminya oleh keluarganya. Hari pernikahan Nanti adalah hari terburuk dalam hidup Jiwa, seperti ingin mati saja.

Bagaimana mungkin seorang wanita yang selama ini Jiwa cintai sepenuh hati dan telah berkomitmen bersama untuk menikah malah meninggalkannya. Jiwa sudah tidak mampu lagi memberikan cinta pada perempuan lain.

“Kau percaya masa depan masih memiliki kita?”
“Akan selalu ada kita. Aku percaya.”

Kisah ini Jiwa tuliskan sebagai salah satu cara untuk mengungkapkan perasaan dan kisah yang selama ini ia alami. Jiwa mengalami tingkat kegalauan yang semakin tinggi sejak Nanti mengirimkan sebuah surat dengan kalimat aku merindukanmu, sedangkan ia telah bersuami. Jiwa menuliskan banyak hal tentang keluarga, terutama ibunya, tentang perasaan-perasaan, tentang kegagalan dan sedikit kebahagian.

“Tetapi, hidup selalu punya tetapi”

Seperti biasa Aan Mansyur membuat saya tersihir dengan kalimat-kalimat pilihannya dalam kisah yang ia tuliskan ini. Meskipun di bagian awal terasa sediki membosankan. Ini adalah novel pertama Aan yang telah ia tulis sejak bertahun-tahun yang lalu. Saya merasa seperti bahwa kisah yang dituliskan Jiwa adalah kisah Aan Mansyur sendiri. Terasa sangat dekat dengan kehidupan penulis aslinya. Itulah salah satu hal yang membuat saya suka dengan karya Aan Mansyur :)

sumber foto: republikfiksi.com

*empat bintang untuk buku ini
baca buku ini, supaya kau tahu seperti apa lelaki terakhir yang menangis di muka bumi ~~~


Kamis, 30 Juli 2015

[Book Review] A Thousand Splendid Suns - Khaled Hosseini

Judul                : A Thousand Splendid Suns
Penulis             : Khaled Hosseini
Halaman          : 507 Halaman
Penerbit           : Qanita
ISBN               : 978-602-8579520
Kategori          : Novel

“Hati pria sangat berbeda dengan Rahim ibu, Mariam.
Rahim tak akan berdarah ataupun melar karena harus menampungmu.
Hanya akulah yang kau miliki di dunia ini,
dan kalau aku mati, kau tak akan punya siapa-siapa lagi.
Tak akan ada siapa pun yang peduli padamu. Karena kau tidak berarti!”

Ini adalah kisah tentang perempuan Mariam dan Laila hidup di tengah Afghanistan yang dilanda perang. Mariam yang lahir dari ibu bernama Nana dan Jalil adalah ayah yang tidak pernah mengakuinya secara resmi. Jadilah ia disebut anak haram. Mariam kecil yang begitu polos hanya merindukan pelukan hangat seorang Jalil dan sangat ingin tinggal di rumah Jalil yang megah bersama saudara-saudaranya yang lain. Namun ketika ia akan mendapatkannya ia harus menerima kenyataan bahwa satu-satunya orang yang paling peduli padanya meninggalkannya selama-lamanya. Hidup Mariam menjadi semakin rumit karena dia harus menerima pernikahan yang dipaksakan padanya. Kenyataan lainnya suami Mariam tidak baik dalam memperlakukannya. Namun Mariam tetap tegar, berusaha melakukan yang terbaik yang dia bisa untuk suaminya.

Di satu sisi ada Laila, gadis manis yang pintar. Bersahabat dengan Tariq yang selalu jadi pembelanya. Keluarga Tariq yang penuh keceriaan sangat berbeda dengan keluarga Laila yang penuh kemurungan. Hanya ayah Laila, Hakim yang selalu membesarkan hati Laila dan selalu menjadi guru terbaiknya. Dalam sebuah percakapannya Hakim berpesan pada Laila:

“Aku tahu kau masih muda, tapi aku ingin kau memahami dan mempelajari hal ini sekarang, katanya. Pernikahan dapat menunggu, tapi pendidikan tidak. Kau gadis yang amat sangat pintar. Ini bukan omong kosong. Kau bisa menjadi apapun yang kau inginkan, Laila. Aku tahu itu. Dan, aku juga tahu bahwa setelah perang ini usai, Afghanistan akan membutuhkanmu, sama seperti ia membutuhkan para pria, bahkan mungkin wanita akan lebih dicari. Karena masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk maju jika para wanitanya tidak berpendidikan, Laila”.

*from miamembaca.files.wordpress.com
Latar belakang Afghanistan yang mengalami peperangan menjadi seting utama dalam novel ini. Penulis sangat apik menggali perasaan-perasaan yang dialami semua tokohnya. Penuh kesedihan namun tetap saja tersimpan manisnya cinta dan kasih sayang. Cinta pada orang-orang terkasih dan cinta pada tanah air. Cerita yang dibangun penulis akan membuatmu penasaran untuk menyelesaikannya buku ini dengan segera.


Selamat Membaca :)

Jumat, 05 Juni 2015

[Book Review] Gloomy Gift - Rhein Fathia

Judul                : Gloomy Gift
Penulis             : Rhein Fathia
Halaman          : 279 Halaman
Penerbit           : Bentang Pustaka
ISBN               : 978-602-291-089-3
Kategori          : Novel

“Hari yang seharusnya bahagia, menjelma tegang dan penuh tanya. Kenapa kita harus lari? Belum cukupkah aku mengenalmu sejauh ini?”

Ini adalah kisah tentang Kara yang harus menghadapi hal yang benar-benar di luar dugaannya. Dia tidak pernah membayangkan bahwa di hari bahagia pertunangannya dengan Zeno segerombolan orang menyerbu rumahnya dan melepaskan tembakan. Tiba-tiba hari bahagia itu berubah menjadi penuh ketegangan dan ketakutan. Ternyata Zeno, tunangan Kara sendirilah yang menjadi sebab terjadinya penyerbuan di rumahnya. Mereka mengincar Zeno dan orang yang ia sayangi yaitu Kara.

Pertanyaan terbesar Kara adalah mengapa Zeno menjadi penyebab penyerbuan. Zeno terlibat apa? Organisasi rahasiakah? Geng mafiakah?. Jelasnya adalah Kara menyadari bahwa Zeno terlibat di dalam sesuatu yang berbahaya, dan itu telah membuat Kara takut. Ia takut menerima kenyataan bahwa orang yang ia cintai dan yang akan menjadi pendamping hidupnya terlibat sesuatu yang berbahaya. Kara telah berjanji pada diri sendiri kalau ia tidak akan pernah memilih laki-laki yang bekerja di medan yang berbahaya, karena ia takut kehilangan seperti ketika ia kecil. Jika benar Zeno terlibat sesuatu yang berbahaya, itu berarti Kara harus rela berpisah dari Zeno

“Terkadang, cinta adalah tentang menghadapi ketakutan terbesarmu”

Ini adalah novel Rhein pertama yang berbau action namun tentu saja tetap romance. Novel ini memberi warna berbeda dari novel-novel Rhein yang lain. Bisa dikatakan adegan actionnya dapet banget, tidak terasa janggal namun setiap adegannya mengalir saja. Apik. Adegan romancenya juga tak kalah menguras emosi. Apalagi pada bagian-bagian akhirnya. Saya terbawa perasaan sedih Kara ketika ia harus merelakan Zeno pergi. Ada secarik pesan di novel ini yang menurut saya paling juara :D
“Pada suatu hari nanti
Ketika kita sudah sanggup melawan rasa takut dengan keberanian untuk menghadapi risiko apa pun yang akan terjadi
Ketika kita sudah paham bahwa keraguan bisa diatasi oleh cinta dan ketulusan saling memiliki
Ketika hati kita sungguh-sungguh mengerti bahwa rasa kehilangan hanya bisa disandarkan pada kuasa Tuhan Yang Mahamemiliki
Ketika semua janji sudah terpenuhi
Aku akan menjemputmu kembali”


Buku ketiga Rhein yang saya baca, dan yaa….saya sukaaa. Membuat penasaran, jadi harus segera dibaca tuntas. 

Jumat, 29 Mei 2015

[Book Review] Aku Ingin Selalu Mekar Di Hatimu - Windah Makkarodda

Judul                : Aku Ingin Selalu Mekar Di Hatimu
Penulis             : Windah Makkarodda
Halaman          : 327 Halaman
Penerbit           : The Phinisi Press
ISBN               : 978-602-17651-2-8
Kategori          : Novel

Ini adalah sebuah novel karangan seorang penulis baru asal Makassar, terbit pada tahun 2014 lalu. Dari judulnya pasti banyak yang mengira kalau ini adalah novel romance, novel percintaan antara dua anak manusia. Namun ternyata tidak begitu adanya. Ketika membaca novel ini hingga akhir maka dugaan tersebut akan berubah. Novel ini tak sekedar tentang kisah cinta antara dua manusia, namun tentang kisah cinta yang lebih dalam lagi, yaitu cinta keluarga.

Novel ini berkisah tentang seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya, tentang seorang adik yang masih mencari jati diri, tentang orang tua yang selalu ingin melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya, tentang seorang laki-laki yang mencintai kekasihnya. Banyak tokoh yang hadir di novel ini, dan semuanya memberikan warna yang berbeda namun berkumpul menjadi cerita yang apik. Hal yang unik dari novel ini adalah penggunaan sudut pandang yang tidak biasa. Kak Windah bercerita dari sudut pandang semua tokoh, jadi setiap tokohnya mempunyai kesempatan untuk menjadi tokoh utama. Awalnya saya bingung memilih siapa sebenarnya tokoh utama dalam novel ini. Namun setelah membaca sampai pertengahan, saya berkesimpulan bahwa tokoh utamanya adalah Chaq (si adik) dan Tenri (si kakak). Yaaa….gak apa-apalah ya ada dua tokoh utama :D

Latar dalam novel ini adalah kota Makassar, maka tidak mengherankan jika kosakata Makassar dan dialek Makassar ada di dalamnya. Ini sesuatu yang baru, karena kebanyakan novel-novel mengambil latar kota Jakarta atau kota yang lainnya. Pemikiran-pemikiran Kak Windah yang ia tuangkan dalam paragraf-paragraf pembuka disetiap babnya selalu menarik untuk direnungkan seperti yang ia tulis begini:

“Setiap orang yang terlahir ke muka bumi ini selalu tanpa beban sedikitpun, demikian persepsiku. Tapi karena kau bertumbuh di tengah orang-orang dengan karakter dan background yang berbeda, maka mau tak mau opini mereka sedikit banyak membentukmu. Kalau kau cukup pandai, kau bisa mengontrol seberapa banyak opini itu memengaruhimu, tapi kalau kau mengizinkannya untuk masuk lebih jauh, tak menutup kemungkinan kau dibentuk sesuka hati mereka. Dan saat kau tersadar, kau bahkan sudah tidak mengenali dirimu yang sesungguhnya.”

Secara keseluruhan cetakan novel ini oke, namun ada beberapa halaman yang double di halaman-halaman terakhir. Dan….ya saya baru menyadari kalau novel ini tidak ada sinopsis cerita di bagian belakang. Menurut saya sinopsis adalah bagian yang penting, agar para pembaca dapat menegtahui gambaran cerita secara umum sebelum mereka memutuskan untuk membeli bukunya. Mungkin jika ada sinopsis maka akan menjadi semakin menarik.

Ini dia penampakan bukunya :D, (gambar saya ambil dari twitternya @hurufkecil)


Good Job kak Windah, ditunggu karyamu selanjutnya :))