Minggu, 07 Desember 2014

[Book Review] Hujan Bulan Juni, Sepilihan Sajak - Sapardi Djoko Damono

Judul       : Hujan Bulan Juni, Sepilihan Sajak
Penulis    : Sapardi Djoko Damono
Halaman : 120 Hal.
Penerbit  : Gramedia Pustaka

Mungkin tidak ada yang lebih awet dari hujan bulan juni. Tentangnya selalu melekat di pikiran orang-orang. Siapa yang tidak tahu puisi terkenal ini “ Hujan Bulan Juni” yang ditulis oleh Sapardi Djoko Damono. Diterbitkan lagi dalam bentuk buku bersama puisi-puisi Sapardi yang lain yang ditulis antara tahun 1959-1994. Harus diakui bahwa Sapardi adalah pujangga hujan. Ia tak pernah kehilangan kata-kata untuk melukiskan hujan. Banyak makna yang tersimpan dalam puisi-puisi yang ditulisnya. Tergantung dari persepsimu masing-masing untuk memaknainya, karena memang begitulah puisi. Tak pernah ada yang salah dengannya.  

Saya sudah lama menginginkan buku ini, dan akhirnya telah terwujud. Buku ini sudah menambah deretan koleksi buku-buku di kamar saya. Saya menyukai puisi. Sayapun menulis puisi sesukanya. Membaca puisi Sapardi yang romantis dan penuh makna membuat saya semakin bersemangat menulis puisi. Buku ini layak menjadi koleksi berharga.

Puisi-puisi terkenal Sapardi dirangkum di dalam buku ini, seperti Hujan Bulan Juni, Aku Ingin dan Pada Suatu Hari Nanti. Sapardi mewakili perasaan orang-orang yang jatuh cinta, orang-orang yang penuh harap, penuh kecewa, semangat dan pensaran melalui puisi-puisinya.


Selain Hujan Bulan Juni dan Aku Ingin, saya juga jatuh hati dengan puisi Sapardi yang berjudul Pada Suatu Hari Nanti.


“Pada Suatu Hari Nanti”

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucari

(1991)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar