Selasa, 11 November 2014

[Book Review] Sepotong Hati Yang Baru - Tere Liye

Sejak tahu kalau akan ada buku Tere Liye terbaru berjudul “Sepotong Hati Yang Baru” yang akan terbit saya jadi enggak sabar dan menunggu-nunggu kapan buku itu terbit, dan akhirnya pada Oktober 2012 lalu buku itu diterbitkan. Tapi tiap kali ke toko buku saya selalu kehabisan, stok buku itu habis  , waah…berarti bukan cuma saya yang nungguin buku itu terbit yaa..
Penantian saya berakhir … (lebay :D), suatu malam saya ke toko buku, langsung menuju deretan buku baru dan buku itu ada…yaaaa buku itu ada, tanpa pikir panjang langsung deh saya ambil dan menuju kasir untuk membayar.
Buku ini merupakan kumpulan cerpen tentang kisah cinta (saya selalu suka kisah cinta J), serial dari buku sebelumnya “ Berjuta Rasanya”. Penasaran dengan kisah apalagi yang ditulis Tere Liye dalam bukunya maka sayapun langsung membaca buku ini sampai tuntas hanya dalam waktu satu malam, :D. Awalnya saya tertawa dan senyum-senyum sendiri membaca kisah pertama dalam buku ini, menurut saya sangat lucu, kisah ini kebanyakan menimpa anak muda, tentang rasa “GR” alias Gede Rasa sama seseorang padahal orang tsb tidak punya perasaan spesial sama sekali pada kita, pasti banyak yang sudah mengalaminya..hayyooo ngakuu.. :D. Emang sih rasa GR pasti ada pada setiap orang tapi saya rasa itu terjadi karena kita tidak bisa melihat keadaan atau sesuatu dengan baik, kita belum siap atas sesuatu tapi terlanjur membuat kesimpulan, harus hati-hati nih soalnya nanti kalau ternyata tidak nyata malah kecewa berat seperti dalam kisah ini…hehe
Begitu melanjutkan membaca kisah selanjutnya saya tidak lagi tertawa tapi malah berurai air mata, kisahnya menyesakkan L, apalagi kisah tentang sepotong hati yang baru dan buat apa disesali. Masing-masing kisah dalam buku ini memiliki pelajaran tersendiri, entah itu kisah yang berakhir bahagia, sedih ataupun menggantung selalu bermakna. Saya belajar banyak tentang perasaan melalui buku ini.
Gambar
“Cinta adalah harga diri. Cinta adalah rasionalitas sempurna. Jika kau memahami cinta adalah perasaan irasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga. Dengan mudah membenarkan apa pun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kau tidak mampu mengendalikan perasaan itu”
:)


Lombok, November 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar